Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30611| Title: | KEBIJAKAN PIDANA TERHADAP SETIAP ORANG YANG MEMBIARKAN ANAK DALAM PENYALAHGUNAAN NAPZA (Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya) |
| Authors: | Amami, Ikhsanil |
| Keywords: | kebijakan pidana;perlindungan anak |
| Issue Date: | 9-Apr-2026 |
| Publisher: | umsu |
| Abstract: | Penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya) yang melibatkan anak merupakan permasalahan serius yang berdampak pada masa depan generasi muda serta ketahanan sosial masyarakat. Salah satu persoalan yang sering terjadi adalah adanya pihak-pihak yang secara sengaja maupun karena kelalaian membiarkan anak terlibat dalam penyalahgunaan NAPZA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pidana terhadap setiap orang yang membiarkan anak dalam penyalahgunaan NAPZA serta untuk mengetahui bentuk pertanggungjawaban pidana yang dapat dikenakan terhadap pelaku pembiaran tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Sumber data yang digunakan berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif. Penelitian ini menelaah berbagai ketentuan hukum yang berkaitan dengan perlindungan anak dan penyalahgunaan NAPZA, khususnya yang diatur dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pidana terhadap setiap orang yang membiarkan anak dalam penyalahgunaan NAPZA diatur dalam berbagai peraturan perundang-undangan, seperti Undang-Undang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Narkotika. Ketentuan tersebut menegaskan bahwa setiap orang yang dengan sengaja membiarkan, melibatkan, atau tidak mencegah anak dari penyalahgunaan NAPZA dapat dikenakan sanksi pidana sebagai bentuk pertanggungjawaban hukum. Namun dalam praktiknya, penegakan hukum terhadap pelaku pembiaran masih menghadapi berbagai kendala, seperti faktor sosial, kurangnya pengawasan keluarga, serta belum optimalnya implementasi kebijakan hukum yang ada. Oleh karena itu, diperlukan upaya penguatan kebijakan pidana serta peningkatan kesadaran masyarakat dan aparat penegak hukum dalam melindungi anak dari penyalahgunaan NAPZA. |
| URI: | http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30611 |
| Appears in Collections: | Legal Studies |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| SKRIPSI IKHSANIL AMAMI 2206200031.pdf | Full Text | 3.24 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.