Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30511Full metadata record
| DC Field | Value | Language |
|---|---|---|
| dc.contributor.author | ANGGI, SYAHRANI | - |
| dc.date.accessioned | 2026-04-25T03:25:14Z | - |
| dc.date.available | 2026-04-25T03:25:14Z | - |
| dc.date.issued | 2026-04-08 | - |
| dc.identifier.uri | http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30511 | - |
| dc.description.abstract | Pembuktian merupakan unsur yang sangat penting dalam penyelesaian perkara wanprestasi di pengadilan sebagai konsekuensi dari penerapan asas Actori Incumbit Probatio, yaitu asas yang menempatkan beban pembuktian pada pihak yang mengajukan gugatan. Dalam hukum acara perdata, penggugat tidak hanya berkewajiban mengemukakan dalil mengenai adanya pelanggaran perjanjian, tetapi juga harus mampu membuktikan kebenaran dalil tersebut melalui alat bukti yang sah menurut hukum. Dalam praktik peradilan perdata, tidak terpenuhinya beban pembuktian oleh penggugat seringkali berimplikasi pada penolakan gugatan oleh hakim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akibat hukum yang timbul apabila penggugat tidak mampu membuktikan dalil dalil gugatannya dalam perkara wanprestasi, serta menelaah pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap gugatan yang tidak didukung oleh pembuktian yang memadai. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual, yang didukung dengan analisis terhadap putusan putusan pengadilan yang berkaitan dengan perkara wanprestasi. Data penelitian diperoleh melalui studi kepustakaan yang meliputi peraturan perundang undangan, literatur hukum, serta yurisprudensi yang relevan, kemudian dianalisis secara kualitatif untuk memperoleh kesimpulan yang sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegagalan penggugat dalam memenuhi beban pembuktian berakibat pada ditolaknya gugatan oleh hakim, sehingga hak yang diklaim oleh penggugat tidak memperoleh perlindungan hukum. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa hakim secara konsisten menerapkan asas beban pembuktian sebagai dasar pertimbangan dalam memutus perkara. Apabila penggugat tidak dapat membuktikan adanya hubungan hukum berupa perjanjian, adanya pelanggaran terhadap prestasi yang diperjanjikan, serta kerugian yang timbul akibat wanprestasi tersebut, maka gugatan yang diajukan tidak dapat dikabulkan. Dengan demikian, tidak terpenuhinya beban pembuktian oleh penggugat dalam perkara wanprestasi menimbulkan akibat hukum berupa penolakan gugatan serta menegaskan pentingnya pembuktian sebagai faktor penentu dalam penyelesaian sengketa perdata di pengadilan. | en_US |
| dc.publisher | umsu | en_US |
| dc.subject | Beban Pembuktian | en_US |
| dc.subject | Actori Incumbit Probatio | en_US |
| dc.title | AKIBAT HUKUM TIDAK TERPENUHINYA BEBAN PEMBUKTIAN TERHADAP PENGGUGAT (ASAS ACTORI INCUMBIT PROBATIO) DALAM PERKARA WANPRESTASI | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |
| Appears in Collections: | Legal Studies | |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| SKRIPSI SYAHRANIii.pdf | Full Text | 1.99 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.