Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30043| Title: | PENEGAKAN HUKUM TERHADAP KRIMINALITAS GENG MOTOR DI KOTA MEDAN |
| Authors: | TAMPUBOLON, VINSENSIUS |
| Keywords: | Kriminalitas;Penegakan Hukum;Geng Motor |
| Issue Date: | 11-Dec-2025 |
| Abstract: | Fenomena kriminalitas geng motor di Kota Medan menjadi permasalahan serius yang mengancam ketertiban umum, keamanan masyarakat, serta menimbulkan rasa takut di kalangan warga. Tindak pidana yang dilakukan oleh geng motor umumnya meliputi penganiayaan, perusakan, pencurian, hingga pengancaman, sehingga menimbulkan dampak sosial maupun yuridis yang signifikan. Penegakan hukum terhadap geng motor tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga memerlukan keterlibatan masyarakat dan pendekatan sosial untuk mengatasi faktor penyebab munculnya kejahatan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk kriminalitas geng motor di Kota Medan, hambatan yang dihadapi aparat penegak hukum, serta upaya yang dilakukan dalam penanggulangannya baik secara preventif maupun represif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan sifat deskriptif-analitis. Pendekatan yang digunakan meliputi pendekatan yuridis normatif dan pendekatan sosiologis. Data diperoleh melalui penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan dengan wawancara serta observasi, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriminalitas geng motor di Kota Medan dipengaruhi oleh faktor internal, seperti kondisi psikologis remaja dan solidaritas kelompok, serta faktor eksternal, seperti lingkungan sosial, kurangnya pengawasan keluarga, dan lemahnya kontrol masyarakat. Hambatan dalam penegakan hukum meliputi keterbatasan sumber daya aparat, rendahnya partisipasi masyarakat, serta kecenderungan geng motor untuk selalu beregenerasi. Upaya yang dilakukan meliputi penegakan hukum represif berupa penindakan dan proses peradilan, serta upaya preventif melalui patroli rutin, sosialisasi hukum, pembinaan remaja, dan kerjasama antara aparat, sekolah, dan masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa penegakan hukum terhadap geng motor memerlukan pendekatan komprehensif dengan mengintegrasikan instrumen penal dan non penal. Dengan demikian, pemberantasan geng motor tidak hanya melalui sanksi hukum, tetapi juga melalui strategi sosial yang berorientasi pada pencegahan dan pembinaan. |
| URI: | http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30043 |
| Appears in Collections: | Masters in Law |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| TESIS VINSENSUS TAMPUBOLON 2220010052.pdf | 2.13 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.