Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/25763| Title: | Penerapan Prinsip Kemanusiaan Pada Anak Dalam Konflik Bersenjata Perspektif Hukum Humaniter Internasional |
| Authors: | Ghaza, Muhammad Abdillah |
| Keywords: | Prinsip Kemanusiaan;Konflik Bersenjata;Humaniter |
| Issue Date: | 18-Oct-2024 |
| Publisher: | UMSU |
| Abstract: | Konflik senjata telah menjadi salah satu penyebab utama kematian, cedera, dan trauma pada anak-anak di seluruh dunia. Dalam situasi konflik, anak-anak sering menjadi korban kekerasan, eksploitasi, dan penentaran. Oleh karena itu, penerapan prinsip kemanusiaan pada anak dalam konflik senjata menjadi sangat penting untuk melindungi hak-hak dan kepentingan mereka. Dari perspektif hukum humaniter internasional, anak-anak memiliki hak khusus yang harus dilindungi dalam situasi konflik. Konvensi Jenewa 1949 dan Protokol Tambahan I 1977 menegaskan bahwa anak-anak harus dilindungi dari dampak konflik dan diberikan perlindungan khusus. Selain itu, Konvensi Hak Anak 1989 juga menegaskan bahwa anak-anak memiliki hak sipil, politik, ekonomi, sosial, dan budaya yang harus dilindungi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif. Metode penelitian deskriptif adalah sifat penelitian yang menggambarkan suatu fenomena dengan data yang akurat yang diteliti secara sistematis. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian hukum ini adalah pendekatan perundang-undangan (statute approach) Pendekatan perundangan-undangan adalah pendekatan yang dilakukan dengan cara menganalisa aturan dan regulasi yang berkaitan dengan isu hukum tersebut.Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah analisis kualitatif. Praktik dalam penerapan prinsip kemanusiaan pada anak dalam konflik senjata masih menghadapi banyak tantangan. Anak-anak sering menjadi korban kekerasan, eksploitasi, dan penentaran, serta tidak memiliki akses ke pendidikan, kesehatan, dan perlindungan yang memadai. Mereka juga sering dipaksa menjadi tentara anak, pelaku kejahatan, atau korban perdagangan manusia. Upaya-upaya yang diperlukan untuk meningkatkan penerapan prinsip kemanusiaan pada anak dalam konflik senjata. Hal ini dapat dilakukan melalui peningkatan kesadaran dan pemahaman tentang hak-hak anak, serta peningkatan kapasitas dan sumber daya untuk melindungi anak-anak dalam situasi konflik. Selain itu, perlu juga dilakukan upaya untuk menghentikan penggunaan anak-anak sebagai tentara, pelaku kejahatan, atau korban perdagangan manusia. Dalam rangka meningkatkan penerapan prinsip kemanusiaan pada anak dalam konflik senjata, perlu dilakukan kerja sama antara pemerintah, organisasi internasional, dan masyarakat sipil. Selain itu, perlu juga dilakukan upaya untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya melindungi hak-hak anak dalam situasi konflik. Dengan demikian, diharapkan anak-anak dapat terlindungi dari dampak konflik dan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik |
| URI: | https://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/25763 |
| Appears in Collections: | Legal Studies |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| SKRIPSI_Muhammad Abdillah Ghaza_2006200176.pdf | 1.11 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.