Abstract:
Jembatan memiliki peranan penting untuk menjaga aspek kehidupan manusia agar
berlangsungnya hubungan antara suatu wilayah dengan wilayah lainnya. Pada
struktur jembatan faktor kekuatan struktur harus diperhitungkan agar jembatan
memiliki ketahanan dalam menopang beban-beban yang bekerja di atasnya. Masa
layan sebuah struktur jembatan beton sangat ditentukan oleh besarnya lendutan
yang dialami oleh struktur tersebut. Elemen lentur berupa balok yang dominan
memikul gaya dalam berupa momen lentur, gaya geser maupun simpangan harus
mampu menahan defleksi yang terjadi akibat aksi beban yang terdistribusi.
Simpangan lendutan yang besar dapat menyebabkan defleksi pada balok sehingga
menyebabkan keretakan pada struktur beton. Oleh karena itu, untuk menambah
kekakuan pada sebuah konstruksi dilakukan studi perbandingan deformasi
struktur jembatan beton dengan panjang 25 m dan lebar 9 m. Pada pemodelan
struktur Model 1 dengan gelagar beton bertulang simple spans, Model 2 dengan
sistem grid dengan penambahan balok diafragma lateral dan Model 3 dengan
sistem grid dengan penambahan balok diafragma longitudinal dan diafragma
lateral dengan jumlah yang sama pada pemodelan struktur yang kedua. Analisa
struktur dilakukan dengan software SAP 2000 dan didapatkan nilai perbandingan
simpangan lendutan pada Model 1 sebesar 0,018114 m, Model 2 sebesar 0,016854
m, dan Model 3 sebesar 0,015431 m, memenuhi persyaratan l