Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/10177
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorRM, Muhammad Farhan-
dc.date.accessioned2020-11-11T03:51:47Z-
dc.date.available2020-11-11T03:51:47Z-
dc.date.issued2018-09-14-
dc.identifier.urihttp://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/10177-
dc.description.abstractTindak pidana pencurian sampai saat ini masih dilematis dan menjadi masalah yang cukup serius serta memerlukan pemecahan, oleh karena itu diperlukan usaha penanggulangan atau setidak-tidaknya pencegahan yang baik dari semua pihak, baik aparat hukum maupun masyarakat yang harus diidentifikasikan, agar dapat berjalan secara tertib, terarah, dan terencana. Dalam hal ini semua pihak harus bekerja sama dalam mengaktualisasikan nilai-nilai agama, budaya dan hukum serta menindak tegas para pelaku pencurian agar sedapat mungkin bisa menekan laju perkembanganya. Salah satu jenis tindak pencurian terjadi di Besitang, Sumatera Utara adalah tindak pidana pencurian hewan lembu. Penelitian ini dikategorikan pada penelitian yang berjenis empiris, yang mana sumber data yang digunakan adalah sumber data primer yang diperoleh langsung dari lokasi penelitian (field research) di Polsek Besitang, serta sumber data sekunder dengan data yang didapat melalui studi kepustakaan (library research) dengan pengolahan data analisis kualitatif yang fokus permasalahannya adalah sebagai berikut, yaitu 1) Bagaimana faktor-faktor penyebab pencurian lembu pada malam hari, 2) Bagaimana upaya menanggulangi pencurian lembu dimalam hari, 3) Bagaimana kendala dalam menanggulangi pencurian lembu dimalam hari. Berdasarkan hasil penelitian dipahami bahwa 1) Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya tindak pidana pencurian hewan di Kelurahan Pekan Besitang antara lain: yang pertama adalah faktor ekonomi, faktor lingkungan, dan faktor pendidikan. 2) Upaya-upaya instansi terkait, khususnya Kepolisian Sektor Besitang dalam menanggulangi masalah tersebut secara garis besar yaitu: upaya Preventif (Upaya Pencegahan), upaya Represif (Upaya Penindakan) , dan upaya kuratif dan Rehabilitasi. 3) Kendala yang dihadapi aparat Polsek Besitang dalam melakukan penyidikan dan penyelidikan yaitu: Hambatan Intern (dari dalam): minimnya anggaran biaya operasional, sarana dan prasarana, kurangnya Teknologi dan Teknisi, dan kurangnya jumlah personil. Hambatan ekstern (dari luar): saksi enggan menuturkan keterangan, urang peduli terhadap lingkungan yang ada di sekitarnya, kurangnya alat bukti, kegiatan Siskamling tidak aktif, lambatnya masyarakat melaporkan tindak pidana pencurian, kurangnya kerja sama.en_US
dc.subjectKriminologien_US
dc.subjectPencurian Lembuen_US
dc.titleTinjauan Kriminologi Terhadap Pencurian Lembu Pada Malam Hari (Studi di Polsek Besitang)en_US
dc.typeThesisen_US
Appears in Collections:Legal Studies

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
SKRIPSI.pdf717.51 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.