Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika komunikasi keluarga dalam
pembentukan sikap kepatuhan siswa pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam
di MAS Aisyiyah Medan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada
pentingnya peran keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama dalam
menanamkan nilai-nilai religius dan membentuk sikap kepatuhan siswa. Masih
ditemukannya siswa yang kurang disiplin, kurang menghargai guru, serta belum
optimal dalam mengamalkan nilai-nilai Pendidikan Agama Islam menunjukkan
bahwa komunikasi keluarga memiliki pengaruh terhadap pembentukan sikap
tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara,
dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru Pendidikan
Agama Islam, wali kelas, orang tua, dan siswa MAS Aisyiyah Medan. Data
dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui teknik triangulasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang hangat, terbuka, dan
berlangsung secara dua arah antara orang tua dan anak mampu membentuk sikap
kepatuhan siswa dalam mengikuti pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
Sebaliknya, komunikasi yang bersifat otoriter, kurang intensif, dan minim dialog
cenderung menghambat internalisasi nilai-nilai agama pada diri siswa. Selain itu,
komunikasi keluarga yang efektif juga berperan dalam membimbing siswa
menghadapi pengaruh lingkungan pergaulan dan media digital sehingga tetap
mampu mempertahankan sikap religius dan kepatuhan terhadap aturan sekolah.
Dengan demikian, sinergi antara keluarga dan sekolah menjadi faktor penting
dalam membentuk karakter religius dan sikap kepatuhan siswa secara
berkelanjutan.