Abstract:
Laboratorium Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memiliki peran strategis
dalam menjamin mutu, keamanan, dan khasiat obat serta keamanan pangan melalui
kegiatan pengujian laboratorium. Peningkatan jumlah sampel dan parameter uji selama
periode 2023–2025 menuntut tersedianya pegawai yang kompeten, didukung
lingkungan kerja yang kondusif, serta pengelolaan beban kerja yang efektif agar kinerja
tetap optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kompetensi dan
lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai dengan beban kerja sebagai variabel
moderasi pada Balai Besar POM di Medan, Banda Aceh, Padang, serta Balai POM di
Bengkulu dan Batam.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 126
responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling.
Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Partial Least
Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS 4.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi dan lingkungan kerja berpengaruh
positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, sedangkan beban kerja berpengaruh
negatif dan signifikan terhadap kinerja. Selain itu, beban kerja terbukti memoderasi
iv
secara negatif pengaruh kompetensi maupun lingkungan kerja terhadap kinerja
pegawai. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,764 menunjukkan bahwa
kompetensi, lingkungan kerja, beban kerja, dan efek moderasi mampu menjelaskan
76,4% variasi kinerja pegawai.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kinerja pegawai laboratorium BPOM
tidak hanya ditentukan oleh kompetensi dan lingkungan kerja, tetapi juga oleh
pengelolaan beban kerja yang proporsional. Temuan ini menunjukkan bahwa beban
kerja yang tinggi tidak hanya menurunkan kinerja secara langsung, tetapi juga
memperlemah pengaruh kompetensi dan lingkungan kerja terhadap kinerja. Hasil
penelitian memberikan kontribusi empiris bagi pengelolaan sumber daya manusia
laboratorium serta menjadi masukan dalam implementasi Rencana Strategis BPOM
Tahun 2025–2029, khususnya pada aspek penguatan kompetensi, peningkatan
lingkungan kerja, dan pengelolaan beban kerja.