Abstract:
Pengemasan atmosfer termodifikasi dan pengaturan durasi penyimpanan
merupakan salah satu teknologi pascapanen yang berpotensi mempertahankan
mutu fisik cabai rawit (Capsicum frutescens L.) dengan menekan laju respirasi
serta transpirasi. Penelitian ini bertujuan (1) untuk menganalisis pengaruh jenis
kemasan terhadap karakteristik fisik pascapanen cabai rawit, (2) untuk
menganalisis pengaruh lama penyimpanan terhadap karakteristik fisik pascapanen
cabai rawit, dan (3) untuk menganalisis interaksi antara jenis kemasan dan lama
penyimpanan terhadap karakteristik fisik pascapanen cabai rawit di Desa Baru
Dusun III Batang Kuis. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi
Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor dan
tiga kali ulangan. Faktor I adalah lama penyimpanan yang terdiri atas tiga taraf,
yaitu P1 = 0 hari, P2 = 3 hari, dan P3 = 6 hari. Faktor II adalah jenis kemasan
yang terdiri atas tiga taraf, yaitu K1 = Tanpa Kemasan (Kontrol), K2 = Plastik
Polietilen (PE), dan K3 = Plastik Polipropilen (PP). Parameter yang diamati
meliputi susut bobot, kadar air, kekerasan tekstur, serta warna kulit buah yang
dinyatakan dalam nilai L* (kecerahan), a* (kemerahan), dan b* (kekuningan)
berdasarkan sistem CIELAB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama
penyimpanan berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap kadar air, susut bobot,
kekerasan tekstur, nilai a*, dan nilai b*, serta berpengaruh nyata (p<0,05)
terhadap nilai L*, di mana penurunan mutu fisik serta pergeseran warna menjadi
nyata setelah penyimpanan mencapai 6 hari. Jenis kemasan secara tunggal hanya
berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap nilai a*, dengan kemasan plastik PP
menghasilkan rataan nilai a* tertinggi, namun tidak berpengaruh nyata terhadap
susut bobot, kadar air, kekerasan tekstur, nilai L*, maupun nilai b*. Interaksi
antara jenis kemasan dan lama penyimpanan berpengaruh nyata terhadap susut
bobot (p<0,05) dan nilai a* (p<0,05), serta berpengaruh sangat nyata terhadap
nilai b* (p<0,01), namun tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air, kekerasan
tekstur, dan nilai L*. Secara keseluruhan, lama penyimpanan merupakan faktor
yang paling dominan dalam menentukan kemunduran mutu fisik cabai rawit,
sedangkan jenis kemasan — khususnya plastik PP — berperan lebih terbatas,
yaitu terutama dalam mempertahankan intensitas warna merah (nilai a*) kulit
buah selama masa penyimpanan di lingkungan dataran rendah.