Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya permasalahan terkait
work-life balance, budaya perusahaan, dan kinerja karyawan pada PT PLN
Nusantara Power Unit Pembangkitan Belawan. Hasil pra-survei menunjukkan
bahwa sebagian karyawan masih mengalami kesulitan dalam menyeimbangkan
tuntutan pekerjaan dengan kehidupan pribadi, masih terdapat persepsi terhadap
kurangnya keteladanan pimpinan dalam penerapan budaya perusahaan, serta
masih terdapat karyawan yang belum mampu menyelesaikan pekerjaan tepat
waktu. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kinerja karyawan belum optimal dan
diduga berkaitan dengan work-life balance dan budaya perusahaan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh work-life
balance terhadap kinerja karyawan, pengaruh budaya perusahaan terhadap kinerja
karyawan, serta pengaruh work-life balance dan budaya perusahaan secara
simultan terhadap kinerja karyawan PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan
Belawan.
Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kuantitatif dengan
pendekatan asosiatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh,
dengan jumlah sampel sebanyak 59 orang karyawan. Teknik pengumpulan data
dilakukan melalui observasi dan kuesioner (angket) dengan skala Likert. Teknik
analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda, uji asumsi klasik yang
meliputi uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas, serta uji
hipotesis melalui uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R Square).
Temuan penelitian menunjukkan bahwa work-life balance berpengaruh positif dan
signifikan terhadap kinerja karyawan, dengan nilai t hitung sebesar 7,948 dan
signifikansi 0,000 < 0,05. Selanjutnya, budaya perusahaan berpengaruh positif
dan signifikan terhadap kinerja karyawan, dengan nilai t hitung sebesar 8,082 dan
signifikansi 0,000 < 0,05. Secara simultan, work-life balance dan budaya
perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan
nilai F hitung sebesar 63,029 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Nilai R Square
sebesar 0,692 atau 69,2%, yang berarti variasi kinerja karyawan dapat dijelaskan
oleh work-life balance dan budaya perusahaan sebesar 69,2%, sedangkan 30,8%
dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.