Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kepercayaan diri siswa yatim di
SMA Muhammadiyah 01 Medan dalam merencanakan dan memutuskan karir masa
depan akibat hilangnya figur ayah sebagai pendukung emosional utama. Tujuan
penelitian ini adalah untuk menguji efektivitas penerapan konseling realitas melalui
layanan klasikal dalam meningkatkan kepercayaan diri untuk mengambil keputusan
karir pada siswa yatim. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada fokus intervensi
spesifik bagi siswa yatim yang mengalami kondisi fatherless (kehilangan sosok
ayah). Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang meninjau faktor keluarga
secara umum, studi ini mengintegrasikan teknik konseling realitas sebagai upaya
pemulihan jati diri dan kemandirian siswa dalam memutuskan karir secara rasional.
Metode yang digunakan adalah one group pretest-posttest design terhadap 34 siswa
yatim yang dipilih melalui teknik sampling jenuh. Instrumen penelitian berupa
skala kepercayaan diri dalam memutuskan karir yang telah diuji validitas dan
reliabilitasnya. Temuan terbaru menunjukkan bahwa penerapan konseling realitas
secara signifikan efektif meningkatkan kepercayaan diri siswa. Berdasarkan uji
paired sample T-test, diperoleh nilai signifikansi 0,000 (< 0,05), yang berarti
terdapat perbedaan nyata antara sebelum dan sesudah intervensi. Data
menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari kategori sedang (skor 74) pada pretest
menjadi kategori tinggi (skor 91) pada posttest. Hasilnya membuktikan bahwa
konseling realitas efektif membantu siswa yatim memantapkan pilihan karir masa
depan.