Abstract:
Ampas tebu (bagasse) merupakan limbah lignoselulosa yang berpotensi
dimanfaatkan sebagai material berbasis serat alami. Namun, keberadaan
komponen non-selulosa pada permukaan serat dapat memengaruhi karakteristik
morfologinya. Salah satu upaya untuk memodifikasi permukaan serat adalah
perlakuan alkali menggunakan natrium hidroksida (NaOH). Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis perubahan morfologi permukaan serat ampas tebu
akibat variasi waktu perendaman NaOH serta menentukan variasi waktu yang
menunjukkan perubahan morfologi paling jelas berdasarkan hasil pengamatan
Scanning Electron Microscope (SEM). Penelitian dilakukan dengan memberikan
perlakuan perendaman serat ampas tebu dalam larutan NaOH dengan variasi
waktu 1, 3, 5, 7, dan 9 jam. Serat tanpa perlakuan digunakan sebagai pembanding.
Karakterisasi morfologi dilakukan menggunakan SEM dengan pembesaran 2 mm,
500 µm, dan 200 µm. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa variasi waktu
perendaman NaOH menyebabkan perubahan morfologi permukaan serat, yang
ditandai dengan munculnya pori, celah, alur, serpihan, delaminasi, fibril, kerutan,
dan permukaan kasar pada berbagai perlakuan. Perubahan morfologi paling jelas
terlihat pada perendaman selama 5 jam, terutama dengan munculnya struktur fibril
pada pembesaran 500 µm dan 200 µm disertai celah dan perubahan pada lapisan
permukaan serat. Berdasarkan hasil tersebut, perendaman NaOH selama 5 jam
menunjukkan perubahan morfologi permukaan yang paling jelas berdasarkan
pengamatan SEM. Hasil penelitian ini dapat menjadi informasi awal dalam
pemanfaatan serat ampas tebu sebagai material berbasis serat alami.