Abstract:
Keterbatasan energi fosil seperti bahan bakar minyak (BBM), batubara, gas,
membuat Indonesia harus terus mengembangkan energi terbarukan. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi sudut serang dan kecepatan angin
terhadap koefisien lift (Cl) dan koefisien drag (Cd) pada airfoil NACA 2421
menggunakan wind tunnel. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen
dengan variasi sudut serang 0°, 5°, dan 15° serta kecepatan angin 3 m/s, 4 m/s, 5
m/s, dan 6 m/s. Hasil pengujian menunjukkan bahwa peningkatan sudut serang
dan kecepatan angin cenderung meningkatkan gaya angkat dan gaya hambat yang
dihasilkan oleh airfoil. Gaya angkat tertinggi diperoleh pada kecepatan angin 6
m/s dengan sudut serang 15°, yaitu sebesar 35,3573 N, sedangkan gaya hambat
tertinggi juga terjadi pada kondisi yang sama, yaitu sebesar 88,4031 N. Nilai
koefisien lift (Cl) terbesar diperoleh pada kecepatan 3 m/s dengan sudut serang
15°, yaitu sebesar 259,5464, sedangkan nilai koefisien drag (Cd) terbesar
diperoleh pada kecepatan 3 m/s dengan sudut serang 5°, yaitu sebesar 236,8386.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa sudut serang 15°
memberikan performa aerodinamika terbaik dalam menghasilkan gaya angkat,
namun peningkatan sudut serang dan kecepatan angin juga menyebabkan
peningkatan gaya hambat. Oleh karena itu, diperlukan pemilihan sudut serang
optimum untuk memperoleh efisiensi aerodinamika yang lebih baik.