Abstract:
Material komposit berbasis serat alam merupakan salah satu alternatif material
teknik yang memiliki keunggulan berupa ringan, ramah lingkungan, mudah
diperoleh, dan relatif ekonomis. Serat ampas tebu merupakan limbah pertanian
yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan penguat komposit karena
ketersediaannya yang melimpah dan kandungan selulosa yang cukup tinggi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik bentuk patahan serta
menganalisis pengaruh variasi waktu perendaman serat ampas tebu dalam larutan
alkali NaOH terhadap kemampuan menyerap energi impak pada material
komposit resin polyester. Tinjauan pustaka dalam penelitian ini meliputi
karakteristik serat ampas tebu, material komposit, resin polyester, perlakuan alkali
NaOH, dan pengujian impak. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan
serat ampas tebu sebagai penguat dan resin polyester sebagai matriks. Serat diberi
perlakuan alkali menggunakan larutan NaOH 5% dengan variasi waktu
perendaman 1, 3, 5, 7, dan 9 jam, serta dibandingkan dengan spesimen tanpa
perlakuan. Spesimen dibuat sesuai standar ASTM E23 dengan ukuran 55 mm ×
10 mm × 10 mm dan takikan 2 mm, kemudian dilakukan pengujian impak
menggunakan metode Charpy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai energi
impak tanpa perlakuan sebesar 3,470 Joule, sedangkan pada perendaman 1, 3, 5,
7, dan 9 jam berturut-turut sebesar 3,816 Joule, 4,687 Joule, 5,937 Joule, 11,005
Joule, dan 7,225 Joule. Nilai energi impak tertinggi diperoleh pada waktu
perendaman 7 jam sebesar 11,005 Joule. Pengamatan bentuk patahan
menunjukkan adanya karakteristik patahan getas dan ulet, dengan permukaan
patahan yang lebih kasar pada spesimen dengan kemampuan penyerapan energi
yang lebih tinggi. Perendaman NaOH yang terlalu lama cenderung menyebabkan
penurunan kemampuan serat dalam menahan beban akibat kemungkinan
terjadinya kerusakan struktur serat. Berdasarkan hasil penelitian dapat
disimpulkan bahwa perlakuan alkali NaOH 5% berpengaruh terhadap nilai energi
impak dan karakteristik bentuk patahan komposit resin polyester berpenguat serat
ampas tebu, dengan kondisi terbaik berdasarkan hasil pengujian diperoleh pada
waktu perendaman 7 jam.