Abstract:
Komunikasi interpersonal berperan penting dalam edukasi penggunaan obat karena
asisten apoteker perlu menyampaikan informasi secara jelas dan sesuai dengan
tingkat pemahaman pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi
komunikasi interpersonal asisten apoteker dalam edukasi penggunaan obat kepada
pasien di Kimia Farma Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif
dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam,
observasi nonpartisipatif, dan dokumentasi terhadap dua asisten apoteker dan dua
pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asisten apoteker menyesuaikan
bahasa, kecepatan berbicara, penggunaan contoh, serta tingkat penjelasan
berdasarkan karakteristik pasien. Asisten apoteker juga mengulang penjelasan dan
memberikan kesempatan bertanya untuk memastikan pemahaman pasien. Strategi
tersebut menunjukkan penerapan Communication Accommodation Theory melalui
convergence dan interpretability. Penelitian menyimpulkan bahwa penyesuaian
komunikasi membantu pasien memahami dosis, aturan pakai, waktu penggunaan,
manfaat, dan efek samping obat. Penelitian selanjutnya disarankan melibatkan
informan dan lokasi yang lebih beragam untuk memperoleh temuan yang lebih luas.