Abstract:
Untuk mengetahui Pengaruh pemberian biochar
bonggol jagung dan mikoriza pada tanaman sorgum (Shorgum biocolor L.) di
tanah salin. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang
terdiri dari 2 faktor yaitu : faktor biochar bonggol jagung, dengan 4 taraf B0:0
g/polybag, B1:64 g/polybag, B2:128 g/polybag, B3:192 g/polybag. Faktor
pemberian mikoriza vesikular arbuskular, dengan 4 taraf : M0 : o g/polybag, M1: 5
g/polybag, M2:10 g/polybag, M3:15 g/polybag. Data hasil penelitian dianalisis
pertama menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) Rancangan Acak
Kelompok (RAK) Faktorial untuk melihat pertumbuhan dan hasil tanaman
sorgum. Uji beda rataan Duncan's Multiple Range Test (DMRT) pada taraf
kepercayaan 5% digunakan dengan model linier untuk analisis kombinasi
Rancangan Acak Kelompok. Parameter yang diukur adalah tinggi tanaman,
jumlah daun, diameter batang, panjang malai, bobot malai, bobot biji per malai,
bobot biji per plot, bobot 1000 biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pemberian biochar bonggol jagung berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman,
jumlah daun, dan diameter batang, sedangkan pemberian mikoriza vesikular
arbuskular berpengaruh nyata terhadap jumlah daun. Kombinasi perlakuan
biochar bonggol jagung dan mikoriza vesikular arbuskular memiliki pengaruh
nyata dan tidak nyata. Pemberian dosis terbaik pada perlakuan biochar bongol
jagung ditunjukkan pada perlakuan B3 (192 g/polybag) yang memberikan rataan
tertinggi pada ketiga parameter dengan tinggi tanaman sebesar 113,98 cm, jumlah
daun sebanyak 7 helai dan diameter batang 11,09 mm. Perlakuan terbaik pada
vesikular abuskular memiliki pengaruh nyata terhadap jumlah daun di umur 2
MST, dengan hasil rataan tertinggi untuk jumlah daun ditunjukkan oleh M3 (15
g/polybag) yang memiliki 3,80 helai. Berdasarkan dosis terbaik yang sudah di
hasilkan maka perlu dilakukan evaluasi konsentrasi dan frekuensi agar lebih
memberikan hasil dan produksi yang lebih optimal.