Abstract:
Fuel nozzle merupakan komponen kritis pada sistem pembakaran turbin gas
yang berfungsi mengatomisasi bahan bakar agar tercampur secara homogen dengan
udara di ruang bakar. Kegagalan pada komponen ini dapat menurunkan efisiensi
pembakaran dan keandalan operasional unit. Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi akar penyebab (root cause) kegagalan fuel nozzle pada turbin gas
GT 12 Unit Pembangkit Belawan menggunakan metode Root Cause Analysis
(RCA). Data diperoleh melalui observasi lapangan, inspeksi visual, Liquid
Penetrant Test (LPT), Fuel Nozzle Spray Test, data DCS, riwayat gangguan operasi,
data jam operasi, serta data performance test. Hasil inspeksi menunjukkan
kegagalan didominasi oleh retak pada ujung dan sambungan las nozzle, disertai
deposit karbon dan pola semprotan tidak simetris. Perhitungan kinerja
menunjukkan penurunan efisiensi termal sebesar 8,64% dan kenaikan konsumsi
bahan bakar spesifik sebesar 9,43%. Analisis sebaran temperatur gas buang
(exhaust spread) sebesar 21–23°C dengan anomali pada titik pengukuran tertentu
membuktikan ketidakseragaman distribusi bahan bakar antar ruang bakar. Dari sisi
keandalan, tercatat 10 kejadian forced outage dengan availability unit 72,1–81,7%.
Analisis Fishbone Diagram dan 5 Why Analysis mengidentifikasi akar penyebab
utama berupa strategi pemeliharaan yang masih bersifat time-based dan belum
disesuaikan dengan kondisi operasi aktual, sehingga akumulasi deposit karbon
memicu konsentrasi tegangan termal dan retak pada nozzle. Rekomendasi utama
yang diusulkan adalah penerapan Condition-Based Maintenance (CBM) dan
penjadwalan rutin fuel nozzle spray test untuk mencegah kegagalan serupa di masa
mendatang.