Abstract:
Sistem hydrolik memiliki peran vital dalam industri galangan kapal sebagai media
transmisi tenaga yang menghasilkan torsi besar pada kecepatan rendah. Namun,
gangguan operasional akibat kerusakan komponen Staffa Motor Hydraulic sering
terjadi sehingga memicu peningkatan downtime dan biaya pemeliharaan. Penelitian
ini bertujuan untuk mengidentifikasi gejala, menganalisis akar penyebab mendasar
dari kegagalan komponen tersebut, serta merumuskan tindakan perbaikan yang
efektif menggunakan pendekatan Root Cause Analysis (RCA). Penelitian
difokuskan pada unit machinery di PT Waruna Shipyard Indonesia dengan
memanfaatkan metode observasi lapangan, wawancara teknisi, serta pemeriksaan
visual dan pengukuran komponen kritis menggunakan mikrometer dan dial bore
gauge. Berdasarkan hasil analisis menggunakan diagram Fishbone dan metode 5
Why's, ditemukan gejala kegagalan operasional berupa penurunan tekanan
hydrolik, putaran motor tidak stabil, peningkatan temperatur oli, suara abnormal,
dan penurunan efisiensi sistem. Hasil pengukuran komponen menunjukkan
terjadinya keausan signifikan pada shaft counter balance di posisi B dengan nilai
clearance mencapai 0,16–0,22 mm, melampaui kondisi posisi lainnya yang hanya
sebesar 0,07 mm, serta diperparah oleh kerusakan pada oil seal dan pengerasan O
ring. Akar penyebab utama (root cause) dari kerusakan ini adalah pelaksanaan
program preventive maintenance yang tidak optimal, yang mengakibatkan
kontaminasi oli hydrolik dan penurunan kualitas pelumasan sehingga memicu
kebocoran internal. Sebagai solusi, tindakan perbaikan dilakukan melalui
penggantian shaft counter balance, oil seal, O-ring, filter, serta pembaruan oli
hydrolik yang disertai penerapan jadwal perawatan preventif yang lebih terstruktur
guna meminimalkan kerusakan berulang dan meningkatkan keandalan mesin.