DSpace Repository

KONSESI PENERAPAN SANKSI ADMINSTARTIF TERHADAP PERUSAKAN DAN PENCEMARAN SUNGAI BERDASARKAN UNDANG – UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2009 TENTANG PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAHAN LINGKUNGAN HIDUP

Show simple item record

dc.contributor.author Jenny, Tri Dania
dc.date.accessioned 2026-10-22T05:55:38Z
dc.date.available 2026-10-22T05:55:38Z
dc.date.issued 2026-09-14
dc.identifier.uri http://localhost:8080/handle/123456789/32380
dc.description.abstract Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan sanksi administratif terhadap perusakan dan pencemaran sungai berdasarkan UndangUndang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dengan mengkaji peran instansi pemerintah dalam melakukan pengawasan dan penindakan serta hambatan hukum dan kelembagaan dalam penerapannya. Perusakan dan pencemaran sungai merupakan permasalahan lingkungan hidup yang dapat menurunkan kualitas lingkungan dan memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat. Dalam upaya mencegah dan menanggulangi pelanggaran tersebut, pemerintah memiliki kewenangan untuk melakukan pengawasan dan menjatuhkan sanksi administratif terhadap pihak yang melakukan pelanggaran lingkungan hidup. Penelitian ini merupakan penelitian hukum yuridis empiris dengan sifat deskriptif, menggunakan pendekatan perundang-undangan. Data penelitian diperoleh melalui wawancara dengan pihak Dinas Lingkungan Hidup serta kuesioner kepada masyarakat di sekitar wilayah sungai, yang didukung dengan data sekunder berupa peraturan perundang-undangan, buku, jurnal, dan literatur yang berkaitan dengan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kualitatif untuk mengetahui pelaksanaan pengawasan, penerapan sanksi administratif, serta hambatan yang dihadapi dalam penegakan hukum lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran instansi pemerintah dalam melakukan pengawasan dan penindakan terhadap perusakan dan pencemaran sungai telah dilaksanakan melalui kegiatan pengawasan lingkungan hidup, baik secara rutin maupun berdasarkan laporan atau pengaduan masyarakat. Namun, penerapan sanksi administratif masih menghadapi hambatan hukum dan kelembagaan yang memengaruhi proses pengawasan, pemeriksaan, penindakan, dan tindak lanjut terhadap pelanggaran. Penerapan sanksi administratif berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 belum sepenuhnya efektif, meskipun telah memberikan dampak terhadap sebagian pelaku usaha dalam memperbaiki pelanggaran dan memenuhi kewajiban lingkungan. Efektivitas penerapan sanksi administratif tidak hanya dapat dilihat dari pemberian sanksi, tetapi juga dari perubahan perilaku pelaku usaha, penghentian sumber pencemaran, pemenuhan kewajiban lingkungan, serta perbaikan kondisi lingkungan. en_US
dc.publisher UMSU en_US
dc.subject Konsesi en_US
dc.subject Sanksi Administratif en_US
dc.subject Pencemaran Sungai en_US
dc.subject Perusakan Lingkungan en_US
dc.subject Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 en_US
dc.title KONSESI PENERAPAN SANKSI ADMINSTARTIF TERHADAP PERUSAKAN DAN PENCEMARAN SUNGAI BERDASARKAN UNDANG – UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2009 TENTANG PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAHAN LINGKUNGAN HIDUP en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Browse

My Account