Abstract:
Permasalahan penelitian ini adalah adanya kemungkinan perbedaan karakteristik
fisikokimia padi varietas Mentik Susu akibat perbedaan sistem budidaya dan
metode pengeringan, sehingga perlu diketahui perlakuan yang menghasilkan mutu
terbaik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem budidaya,
metode pengeringan, serta interaksi keduanya terhadap karakteristik fisikokimia
padi varietas Mentik Susu. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi
Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara,
mulai Juni 2026 hingga selesai. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak
Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu sistem budidaya yang terdiri atas
konvensional, hidroponik, dan terapung, serta metode pengeringan yang meliputi
sinar matahari selama 2–3 hari, pengeringan interval selama 5–7 hari, dan oven
pada suhu 65°C selama 24 jam. Setiap kombinasi perlakuan diulang tiga kali
sehingga diperoleh 27 satuan percobaan. Data dianalisis menggunakan ANOVA
dan dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf 5% apabila terdapat pengaruh nyata.
Bahan yang digunakan meliputi padi varietas Mentik Susu dari tiga sistem budidaya,
NaOH 1 N, larutan iodin, asam asetat 1 N, etanol, bubuk amilosa, biuret, bubuk
BSA, akuades, aluminium foil, kertas label, sarung tangan, masker, kertas saring,
dan tisu laboratorium. Alat yang digunakan meliputi timbangan analitik, oven, tanur
pengabuan, desikator, cawan porselen, blender, ayakan 60 mesh, gelas ukur,
spektrofotometer UV-Vis, water bath, labu ukur, tabung reaksi, mikropipet, corong,
Erlenmeyer, dan gelas beker. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan
karakteristik fisikokimia padi, meliputi rendemen, kadar air, kadar abu, kadar
amilosa, dan kadar protein. Berdasarkan kesimpulan skripsi, kombinasi sistem
budidaya konvensional dan pengeringan oven menunjukkan hasil relatif terbaik
secara keseluruhan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengendalikan
kondisi budidaya, suhu, dan lama pengeringan secara lebih seragam serta
menambahkan parameter mutu beras lainnya.