Abstract:
Penelitian ini berjudul “Pengaruh Varietas dan Heat Moisture Treatment
terhadap Sifat Fisikokimia Tepung Beras (Oryza sativa L.)” yang bertujuan untuk
mengetahui pengaruh waktu Heat Moisture Treatment (HMT), perbedaan varietas
beras pecah kulit, serta interaksi keduanya terhadap sifat fisikokimia tepung beras,
dengan hipotesis bahwa waktu HMT, varietas beras pecah kulit, dan interaksi
kedua faktor tersebut berpengaruh nyata terhadap sifat fisikokimia tepung beras,
penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2026 sampai selesai di Laboratorium
Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah
Sumatera Utara, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang
terdiri atas empat varietas beras, yaitu IR 64, Inpari 32, Ciherang, dan Sianturi,
serta empat perlakuan waktu HMT yaitu 1, 2, 3, dan 4 jam dengan dua kali
ulangan sehingga diperoleh 32 unit percobaan, bahan yang digunakan meliputi
beras, aquades, BSA, larutan amilosa, iodium, NaOH, etanol, dan asam asetat,
sedangkan alat yang digunakan antara lain oven, blender, ayakan mesh,
timbangan analitik, spektrofotometer, dan kolorimeter, parameter yang diamati
meliputi kadar air, kadar abu, protein, amilosa, serta warna, data dianalisis
menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan DMRT pada taraf 5% apabila
terdapat pengaruh nyata, hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan varietas
dan lama perlakuan HMT menghasilkan karakteristik fisikokimia tepung beras
yang berbeda, khususnya pada kadar air dan kadar abu, dengan rata-rata kadar air
perlakuan HMT 1, 2, 3, dan 4 jam masing-masing sebesar 8,5651%, 8,5097%,
8,6896%, dan 8,6621%, sehingga dapat disimpulkan bahwa varietas dan waktu
HMT perlu disesuaikan dengan karakteristik tepung yang diinginkan, sedangkan
penelitian selanjutnya disarankan menggunakan variasi suhu, kadar air, dan waktu
HMT yang lebih beragam serta melakukan pengujian sifat fungsional, sensori, dan
aplikasi tepung pada berbagai produk pangan.