Abstract:
Perkembangan sistem pembayaran digital melalui Quick Response Code
Indonesian Standard (QRIS) memberikan kemudahan dalam transaksi non-tunai,
namun juga menimbulkan potensi penyalahgunaan berupa manipulasi bukti
transaksi digital. Manipulasi dapat terjadi pada elemen transaksi seperti nominal
pembayaran, waktu transaksi, serta identitas pengirim dan penerima, yang sulit
dideteksi secara visual. Di sisi lain, perubahan pada dokumen digital tidak selalu
menunjukkan manipulasi karena dapat disebabkan oleh proses teknis seperti
kompresi atau konversi format file. Permasalahan dalam penelitian ini meliputi
bagaimana menganalisis elemen transaksi untuk mengidentifikasi perubahan,
bagaimana perbedaan nilai hash SHA-256 antara file asli dan file yang telah
dimanipulasi, serta bagaimana sistem menampilkan hasil verifikasi keaslian
dokumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis elemen transaksi,
menerapkan algoritma SHA-256 dalam mendeteksi perubahan dokumen,
menentukan keaslian bukti transaksi, serta mengimplementasikan sistem yang
mampu menampilkan hasil verifikasi. Metode yang digunakan adalah metode
kuantitatif yang didukung dengan analisis elemen transaksi, di mana dilakukan
perhitungan nilai hash SHA-256 terhadap file referensi dan file uji, serta
perbandingan elemen transaksi yang meliputi nominal, waktu, identitas pengirim,
dan penerima melalui input manual. Tahapan penelitian meliputi identifikasi
masalah, pengumpulan data melalui wawancara, perancangan sistem,
implementasi, dan pengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma
SHA-256 mampu mendeteksi perubahan pada dokumen digital melalui perbedaan
nilai hash, namun tidak dapat mengidentifikasi bagian yang berubah. Oleh karena
itu, analisis elemen transaksi digunakan sebagai metode pendukung untuk
mengidentifikasi bagian yang mengalami perubahan. Sistem yang dikembangkan
mampu menampilkan hasil verifikasi berupa informasi keaslian dokumen, apakah
termasuk asli, mengalami perubahan teknis, atau manipulasi. Kesimpulan dari
penelitian ini adalah bahwa kombinasi penggunaan algoritma SHA-256 dan
analisis elemen transaksi dapat digunakan secara efektif dalam verifikasi keaslian
bukti transaksi QRIS secara lebih akurat.