Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis volume lalu lintas pada jam puncak (peak
hour) dan mengevaluasi kinerja simpang tiga tak bersinyal yang mempertemukan
Jalan Williem Iskandar dan Jalan Tuasan di Medan. Simpang ini berada di kawasan
padat penduduk yang merupakan jalur menuju pusat pasar dan perkantoran, sehingga
berpotensi menimbulkan kemacetan dan risiko kecelakaan. Metodologi penelitian
yang digunakan mengacu pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023
untuk menghitung kapasitas (C), derajat kejenuhan (DS), tundaan (D), dan peluang
antrean (QP). Data primer dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap arus lalu
lintas dan geometrik jalan, sementara data sekunder berupa jumlah penduduk
diperoleh dari Badan Pusat Statistik. Hasil analisis kondisi eksisting menunjukkan
volume arus lalu lintas sebesar 2001,8 smp/jam dengan kapasitas (C) 2624 smp/jam.
Diperoleh nilai derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,76, yang melampaui ambang batas
ideal PKJI sebesar 0,75. Rata-rata tundaan simpang tercatat sebesar 12,13 det/smp
dengan peluang antrean antara 24%–47%. Sebagai upaya perbaikan, dilakukan
simulasi rekayasa lalu lintas melalui pemasangan rambu larangan berhenti (sterilisasi
hambatan samping).