DSpace Repository

ANALISIS PERBANDINGAN TEBAL PERKERASAN KAKU MENGGUNAKAN METODE MDP 2024 DAN AASHTO 1993 PADA JALAN TOL RUAS SERBELAWAN – PEMATANG SIANTAR

Show simple item record

dc.contributor.author ADELLINA, DIVIA
dc.date.accessioned 2026-10-16T04:29:24Z
dc.date.available 2026-10-16T04:29:24Z
dc.date.issued 2026-08-18
dc.identifier.uri http://localhost:8080/handle/123456789/32273
dc.description.abstract Jalan Tol Tebing Tinggi – Parapat ruas Serbelawan – Pematang Siantar merupakan jalan tol dengan volume lalu lintas kendaraan berat yang tinggi sehingga memerlukan perencanaan perkerasan kaku yang mampu menjamin kinerja struktur selama umur rencana. Di Indonesia, perencanaan perkerasan jalan umumnya menggunakan Manual Desain Perkerasan Jalan (MDP) 2024 dan metode AASHTO 1993 (American Association of State Highway and Transportation Officials), yang memiliki perbedaan pendekatan, parameter desain, dan prosedur perhitungan sehingga menghasilkan tebal perkerasan yang berbeda meskipun menggunakan data perencanaan yang sama. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tebal perkerasan kaku menggunakan kedua metode tersebut pada Jalan Tol Ruas Serbelawan – Pematang Siantar (STA 49+265 s/d STA 52+450). Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa Data Lalu Lintas Harian Rata – Rata (LHR) dan data CBR tanah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode MDP 2024 menghasilkan tebal pelat beton sebesar 34 cm dengan nilai fatigue 0,00% dan erosi 91,25%, sedangkan metode AASHTO menghasilkan tebal pelat 33,5 cm. Perbedaan ketebalan sebesar 0,5 cm (1,5%) menunjukkan bahwa adanya perbedaan pendekatan desain terutama oleh penggunaan faktor keamanan beban dan analisis erosi pada metode MDP 2024, serta penggunaan koefisien drainase dan transfer beban pada metode AASHTO 1993. Umur rencana 40 tahun turut memengaruhi hasil desain melalui peningkatan akumulasi beban lalu lintas akibat faktor pertumbuhan kumulatif. Meskipun demikian, kedua metode telah memenuhi persyaratan desain perkerasan kaku. Berdasarkan hasil penelitian, metode MDP 2024 dinilai lebih sesuai untuk diterapkan pada perencanaan perkerasan kaku di Indonesia karena telah disesuaikan dengan karakteristik lalu lintas, material, dan kondisi lingkungan Indonesia. en_US
dc.publisher umsu en_US
dc.subject MDP 2024 en_US
dc.subject AASHTO 1993 en_US
dc.title ANALISIS PERBANDINGAN TEBAL PERKERASAN KAKU MENGGUNAKAN METODE MDP 2024 DAN AASHTO 1993 PADA JALAN TOL RUAS SERBELAWAN – PEMATANG SIANTAR en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Browse

My Account