Abstract:
Jalan Ngumban Surbakti merupakan jalan arteri primer, sedangkan Jalan Melati
Raya merupakan jalan lokal sekunder dengan tipe jalan 4 lajur 2 arah terbagi dan
2 lajur 2 arah tidak terbagi. Kendaraan yang melawan arah pada ruas Jalan Melati
Raya menuju Jalan Ngumban Surbakti cukup banyak, terutama pada jam sibuk.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui volume kendaraan yang melawan arah
serta pengaruhnya terhadap keselamatan dan keamanan pengguna jalan.
Penelitian dilakukan dengan survei lapangan dan analisis menggunakan Pedoman
Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI 2023). Hasil penelitian menunjukkan volume
kendaraan melawan arah tertinggi sebesar 23,80 smp/jam, sedangkan kendaraan
normal sebesar 335,55 smp/jam, dengan persentase kendaraan melawan arah
sebesar 12,02%. Kapasitas jalan sebesar 3.525,12 smp/jam, dengan derajat
kejenuhan 0,006 untuk kendaraan melawan arah dan 0,095 untuk lalu lintas
normal. Hambatan samping tertinggi sebesar 143,50 kejadian berbobot. Angka
kecelakaan lalu lintas sebesar 51,42 org/km pada tahun 2023, 53,30 org/km pada
tahun 2024, dan 72,38 org/km pada tahun 2025. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa meskipun kapasitas jalan masih mencukupi, kendaraan melawan arah tetap
berpotensi meningkatkan konflik dan risiko kecelakaan sehingga diperlukan
peningkatan pengendalian dan pengawasan lalu lintas.