Abstract:
Ruas Jalan SP. Situnggaling–Tongging–BTS. Dairi merupakan salah satu ruas jalan
yang berperan penting dalam menunjang mobilitas masyarakat dan distribusi
barang. Peningkatan volume lalu lintas, khususnya kendaraan berat, menyebabkan
penurunan kondisi perkerasan sehingga diperlukan penanganan berupa lapis
tambah (overlay). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan
tebal overlay menggunakan Metode Manual Desain Perkerasan (MDP) 2024 dan
Pd T-05-2005-B. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa Lalu Lintas
Harian Rata-rata (LHR), data lendutan Benkelman Beam, dan data struktur
perkerasan eksisting. Analisis dilakukan melalui perhitungan beban lalu lintas
kumulatif (CESAL), koreksi lendutan, lendutan karakteristik, serta penentuan tebal
overlay sesuai prosedur masing-masing metode. Hasil analisis menunjukkan bahwa
nilai lalu lintas kumulatif sebesar 0,6 x 10⁶ CESAL, berdasarkan Metode MDP 2024
menghasilkan kebutuhan tebal overlay sebesar 4 cm dan untuk Metode Pd T-05
2005-B menghasilkan tebal lapis tambah terkoreksi (Ht) sebesar 3 cm. Perbedaan
tebal lapis tambah yang diperoleh sebesar 0,7 cm, yang menunjukkan bahwa
metode Pd T-05-2005-B menghasilkan tebal overlay lebih rendah dibandingkan
MDP 2024. Perbedaan hasil dipengaruhi oleh perbedaan konsep analisis dan
parameter perencanaan pada masing-masing metode. Kedua metode dapat
digunakan sebagai acuan perencanaan overlay, dengan rekomendasi tebal lapis
tambah yang berbeda sesuai karakteristik masing-masing metode.