| dc.description.abstract |
Perkembangan aplikasi digital yang semakin pesat menuntut RESTful API untuk
mampu menangani beban permintaan yang tinggi secara efisien. Pendekatan
caching konvensional dengan nilai Time-to-Live (TTL) yang bersifat statis tidak
mampu menyesuaikan diri terhadap dinamika pola akses pengguna, sehingga
menyebabkan pemborosan memori atau degradasi performa yang tidak terkendali.
Penelitian ini merancang dan membangun RESTful API menggunakan Golang dan
Gin Framework yang dilengkapi mekanisme auto-cache adaptif berbasis durasi
penggunaan. Sistem mengimplementasikan formula TTL_runtime = TTL_baseline
+ AdaptCoeff x D_key, di mana nilai TTL disesuaikan secara dinamis berdasarkan
durasi aktif setiap cache key. Siklus evaluasi bulanan mengidentifikasi hot key
berdasarkan tiga pilar: waktu akses pertama harian (Pilar 1), jumlah cache hit (Pilar
2), dan total durasi aktif sebagai SuggestedTTL (Pilar 3). Hasil pengujian
menunjukkan bahwa penerapan cache adaptif berhasil menurunkan max response
time sebesar 68,8% dari 711 ms menjadi 222 ms, dengan hit ratio mencapai
99,83%-99,95% pada seluruh variasi intensitas trafik (200-2.000 request). Cache
miss selalu tepat satu per sesi terlepas dari volume request, membuktikan efektivitas
mekanisme cache-first. Evaluasi siklus bulanan berhasil mengidentifikasi 8 hot key
dengan SuggestedTTL bervariasi antara 20,4 hingga 48,6 menit secara proporsional
terhadap pola penggunaan aktual. |
en_US |