| dc.description.abstract |
Mayones merupakan produk emulsi minyak dalam air yang banyak
digunakan sebagai dressing sauce dan saus pendamping. Komposisi mayones
sebagian besar terdiri dari minyak nabati dan bahan lain yaitu kuning telur, air
perasan lemon, garam, gula, merica, mustard, dan CMC (Carboxymethyl
Cellulose). Minyak kedelai sering digunakan karena sifatnya yang mudah diemulsi,
namun minyak biji ketapang (Terminalia catappa L.) memiliki potensi sebagai
alternatif sumber minyak nabati dalam pembuatan mayones. Selain itu lama waktu
pengadukan minyak dalam terbentuknya emulsi mayones menjadi faktor yang
dapat diperhatikan untuk kualitas fisikokimia dan penerimaan sensori mayones.
Penelitian ini bertujuan, (1) Untuk memanfaatkan potensi minyak biji ketapang
(Terminalia catappa L.) sebagai campuran dalam produk olahan pangan, (2) Untuk
mengetahui karakteristik mayones yang dihasilkan dengan formulasi minyak
kedelai (Glycine max.) dan minyak biji ketapang (Terminalia catappa L.), dan (3)
Untuk mengetahui lama waktu pengadukan minyak pada mayones yang dihasilkan.
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian Fakultas
Pertanian
Universitas
Muhammadiyah
Sumatera
Utara. Penelitian
ini menerapkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang bersifat faktorial dengan
dua kali pengulangan. Faktor I adalah formulasi minyak kedelai dan minyak biji
ketapang (F) terdiri dari 4 taraf yaitu F1= 100% minyak kedelai : 0% minyak biji
ketapang, F2= 95% minyak kedelai : 5% minyak biji ketapang, F3= 90% minyak
kedelai : 10% minyak biji ketapang, dan F4= 85% minyak kedelai : 15% minyak
biji ketapa. Faktor II adalah lama waktu pengadukan minyak (L) terdiri dari 4 taraf
yaitu L1= 5 menit, L2= 7 menit, L3= 9 menit, dan L4= 11 menit. Parameter yang
diamati meliputi kadar air, kadar protein, kadar lemak, kestabilan emulsi, uji
organoleptik rasa, uji organoleptik warna, dan uji organoleptik aroma. Formulasi
minyak kedelai dan minyak biji ketapang memberikan pengaruh yang berbeda
sangat nyata pada taraf p<0,01 terhadap kadar air, kadar protein, kadar lemak,
kestabilan emulsi, uji organoleptik rasa, uji organoleptik warna, dan uji
organoleptik aroma pada mayones. Lama waktu pengadukan minyak memberikan
pengaruh yang berbeda sangat nyata pada taraf p<0,01 terhadap kadar air, kadar
protein, kadar lemak, kestabilan emulsi, uji organoleptik rasa, uji organoleptik
warna, dan uji organoleptik aroma pada mayones. Interaksi antara formulasi minyak
kedelai dan minyak biji ketapang dan lama waktu pengadukan minyak memberikan
pengaruh yang berbeda sangat nyata pada taraf p<0,01 terhadap kadar air, kadar
lemak, kestabilan emulsi, dan uji organoleptik aroma serta memberikan pengaruh
berbeda tidak nyata pada taraf p>0,05 terhadap kadar protein, uji organoleptik rasa
dan uji organoleptik warna pada mayones. Berdasarkan seluruh parameter yang
diuji karakteristik fisikokimia mayones terbaik terdapat pada F2 dengan formulasi
95% minyak kedelai : 5% minyak biji ketapang serta lama waktu pengadukan
minyak pada 11 menit. Selain itu pada peneliti selanjutnya lebih diperhatikan dalam
pemurnian minyak biji ketapang dan kecepatan pengadukan dalam pembuatan
mayones. |
en_US |