| dc.description.abstract |
Perkembangan industri skincare di Indonesia yang semakin pesat, khususnya
melalui platform e-commerce, mendorong munculnya berbagai strategi pemasaran
yang persuasif. Salah satu permasalahan yang sering terjadi adalah praktik
overclaim, yaitu penyampaian klaim produk yang berlebihan dan tidak didukung
oleh bukti ilmiah. Hal ini dapat merugikan konsumen serta menurunkan
kepercayaan terhadap produk. Oleh karena itu, diperlukan suatu sistem yang
mampu mendeteksi secara dini adanya overclaim pada iklan skincare secara
otomatis.Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan algoritma Neuro
Fuzzy dalam mendeteksi overclaim pada iklan produk skincare dengan
memanfaatkan fitur-fitur tekstual dari platform e-commerce. Data yang digunakan
berupa teks iklan dari beberapa platform seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, dan
TikTok Shop. Proses penelitian meliputi tahapan preprocessing teks, ekstraksi
fitur menggunakan metode TF-IDF dan n-gram, serta penambahan fitur khusus
seperti kata hiperbolik, klaim absolut, pola angka/waktu, dan istilah ilmiah. Fitur
fitur tersebut kemudian digunakan sebagai input dalam model Adaptive Neuro
Fuzzy Inference System (ANFIS) untuk melakukan klasifikasi tingkat
overclaim.Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Neuro-Fuzzy mampu
mengklasifikasikan iklan skincare ke dalam kategori tidak overclaim, overclaim
rendah, sedang, dan tinggi secara efektif. Sistem yang dibangun juga dapat
diimplementasikan dalam bentuk aplikasi berbasis web sehingga memudahkan
pengguna dalam melakukan analisis terhadap teks iklan. Dengan demikian,
penelitian ini diharapkan dapat membantu konsumen dalam memperoleh
informasi yang lebih akurat, serta menjadi acuan bagi pengembangan sistem
deteksi overclaim di masa mendatang. |
en_US |