Abstract:
Komunikasi organisasi memiliki peran penting dalam mendukung
efektivitas pelayanan publik di tingkat pemerintahan desa. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis hambatan komunikasi organisasi yang terjadi pada perangkat
Desa Bandar Klippa serta dampaknya terhadap efektivitas pelayanan administrasi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dengan
narasumber berjumlah sepuluh orang yang terdiri dari unsur internal (Kepala Desa,
Sekretaris Desa, dan perangkat/staff pelayanan) serta unsur eksternal masyarakat
yang pernah menerima layanan administrasi di Kantor Desa Bandar Klippa. Data
dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis
melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa hambatan komunikasi organisasi yang utama
meliputi hambatan teknis (keterbatasan fasilitas komunikasi dan teknologi
informasi), hambatan semantik (perbedaan pemahaman istilah dan prosedur
administrasi antara perangkat desa dan masyarakat), serta hambatan psikologis
dalam interaksi dengan warga yang memiliki karakter dan ekspetasi beragam.
Hambatan struktual relatif minimal karena alur komunikasi formal dan pembagian
tugas sudah cukup jelas, namun masih terdapat rasa sungkan yang dapat
mempengaruhi kelancaran arus informasi. Hambatan-hambatan tersebut berdampak
pada kecepatan, kepastian informasi, dan intensitas klarifikasi dalam proses
pelayanan, meskipun secara umum kualitas pelayanan administrasi dinilai cukup
baik oleh masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan kompetensi
komunikasi organisasi perangkat desa, disertai perbaikan sarana komunikasi
organisasi dan penyederhanaan pesan kepada masyarakat, menjadi kunci untuk
mewujudkan pelayanan administrasi yang lebih efektif dan responsif.