Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis dampak komunikasi
di media sosial terhadap perilaku interaksi tatap muka siswa kelas XI SMA
Swasta Mitra Inalum Batu Bara. Penelitian menggunakan metode kuantitatif
dengan pendekatan eksplanatif, mengambil sampel 66 siswa dari populasi 190
siswa melalui teknik simple random sampling dan rumus Slovin (margin error
10%). Data primer dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert (1-5: Sangat Tidak
Setuju hingga Sangat Setuju) yang telah diuji validitas (Pearson Product Moment, r
hitung > r tabel) dan reliabilitas (Cronbach’s Alpha > 0,60). Variabel independen
(X) adalah komunikasi di media sosial (Instagram dan TikTok), diukur dari
indikator intensitas penggunaan, frekuensi komunikasi, jenis platform, dan tujuan
penggunaan; sedangkan variabel dependen (Y) adalah perilaku interaksi tatap
muka, diukur dari frekuensi interaksi, kualitas komunikasi, keterlibatan sosial,
serta pemahaman pesan verbal dan nonverbal. Analisis data mencakup uji
normalitas (Sig. > 0,05), korelasi Pearson (r = 0,494, Sig. = 0,000 menunjukkan
hubungan sedang positif signifikan), dan regresi linier sederhana (Y = 12,165 +
0,505X, R² = 0,244 atau kontribusi 24,4%, Sig.
< 0,05 sehingga H1 diterima).
Hasil menunjukkan mayoritas responden (66,7% perempuan, 33,3% laki-laki)
menggunakan media sosial harian, tetapi komunikasi tatap muka masih dominan
meskipun intensitas digital memengaruhi penurunan kualitas interaksi langsung di
lingkungan sekolah.