Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penerapan komunikasi dua
arah yang simetris (two-way symmetrical) dalam pengelolaan informasi di media
sosial organisasi, khususnya dalam meningkatkan interaksi dan keterlibatan
audiens. Penelitian ini menggunakan teori Model Two-Way Symmetrical dari
Grunig yang menekankan dialog, keterbukaan, dan hubungan saling
menguntungkan antara organisasi dan publik. Tujuan Penelitian ini adalah
mendeskripsikan penerapan Model Two-Way Symmetrical dalam pengelolaan
informasi pada akun media sosial @Osismantigps, serta dampaknya terhadap
interaksi dan keterlibatan siswa dalam kegiatan organisasi. Dengan metode
penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data penelitian
dikumpulkan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan
informan 3 orang yang terdiri dari pengelola akun dan audiens @osismantigps.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model two-way symmetrical
telah berjalan dengan baik, ditandai oleh keterbukaan informasi, responsivitas
pengelola, penerimaan umpan balik, serta terjadinya komunikasi dua arah yang
aktif melalui komentar, pesan, dan fitur interaktif. Pengelolaan informasi juga
dinilai efektif melalui perencanaan konten yang terstruktur, kejelasan pesan,
konsistensi, ketepatan waktu, dan kesesuaian dengan karakteristik audiens.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan model ini mampu
meningkatkan keterlibatan siswa serta membangun hubungan yang lebih
partisipatif dan komunikatif antara pengelola akun dan audiens. Dengan demikian,
media sosial berperan sebagai sarana komunikasi yang strategis dan interaktif
dalam organisasi sekolah.