Abstract:
Penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dalam memperoleh pekerjaan
yang layak, namun dalam praktiknya masih menghadapi berbagai hambatan seperti
diskriminasi, keterbatasan akses informasi, serta belum optimalnya pelayanan
ketenagakerjaan yang inklusif. Unit Layanan Disabilitas (ULD) di Dinas
Ketenagakerjaan Kota Medan hadir sebagai upaya pemerintah dalam
menjembatani kebutuhan tersebut, namun efektivitas pelaksanaan fungsi directing
masih perlu dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas fungsi
directing pada ULD di Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan dengan menggunakan
teori fungsi directing yang dikemukakan oleh Mahardika yang meliputi indikator
pengarahan, pembinaan, komunikasi manajerial, koordinasi, dan motivasi. Metode
penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan analisis data
kualitatif melalui teknik wawancara semi terstruktur kepada informan yang terdiri
dari pihak dinas dan pengguna layanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
efektivitas fungsi directing berada pada kategori cukup efektif namun belum
optimal, di mana aspek pengarahan dan pembinaan telah berjalan cukup baik
meskipun belum merata, aspek koordinasi dinilai efektif karena mampu
menciptakan keselarasan kerja dan mendukung kelancaran pelayanan, sedangkan
aspek komunikasi manajerial dan motivasi belum efektif karena penyampaian
informasi belum merata, komunikasi dua arah belum optimal, serta motivasi belum
mampu meningkatkan partisipasi dan kepercayaan diri pengguna layanan secara
signifikan. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan pada aspek komunikasi dan
motivasi serta penguatan pada aspek pengarahan dan pembinaan agar pelayanan
ketenagakerjaan bagi penyandang disabilitas dapat berjalan lebih optimal dan
inklusif.