| dc.description.abstract |
Penyebaran penyakit ternak di Kecamatan Bandar bersifat dinamis dan berpotensi
menimbulkan kerugian ekonomi apabila tidak dipantau secara cepat dan berbasis
lokasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola penyebaran kasus penyakit
ternak berdasarkan wilayah menggunakan metode clustering DBSCAN serta
menyajikan hasilnya dalam Sistem Informasi Geografis (SIG) berbasis web. Data
yang digunakan berupa 200 rekaman kasus penyakit ternak periode Desember
2025–Januari 2026 yang memuat atribut tanggal, jenis ternak, jenis penyakit, desa,
serta koordinat geografis (latitude dan longitude). Perhitungan jarak antar titik
dilakukan menggunakan rumus Haversine untuk memperoleh jarak yang lebih
akurat pada koordinat bumi. Hasil pengujian beberapa kombinasi parameter
menunjukkan parameter terbaik dan digunakan sebagai parameter final, yaitu
epsilon (ε) = 3,0 km dan MinPts = 2. Dengan parameter tersebut, DBSCAN
membentuk 2 klaster tanpa noise (0%). Klaster 1 mencakup 98 kasus (49%) yang
terkonsentrasi di Pematang Kerasaan Rejo, Pematang Kerasaan, Marihat Bandar,
Bandar Rakyat, dan Timbaan, sedangkan Klaster 2 mencakup 102 kasus (51%) di
Perdagangan II, Bandar Jawa, Bahlias, dan Bandar Pulo. Sistem juga menghasilkan
peringatan dini zona kepadatan tinggi pada desa Pematang Kerasaan Rejo,
Perdagangan II, Bandar Jawa, dan Timbaan. Implementasi SIG berbasis web
dengan visualisasi peta interaktif membantu pemantauan sebaran penyakit ternak
dan mendukung pengambilan keputusan pengendalian penyakit berbasis wilayah. |
en_US |