| dc.description.abstract |
Perkembangan teknologi informasi telah mengubah pola komunikasi masyarakat
dalam menyampaikan keluhan terhadap layanan publik, termasuk layanan PT
Perusahaan Listrik Negara (PLN), melalui media sosial X (Twitter). Banyaknya
volume data opini teks yang tidak terstruktur menyebabkan proses evaluasi
manual menjadi tidak efektif dan membutuhkan waktu lama. Penelitian ini
bertujuan untuk membangun model analisis sentimen otomatis menggunakan
algoritma Naïve Bayes untuk mengklasifikasikan keluhan pelanggan PLN ke
dalam kategori sentimen positif dan negatif. Metode penelitian yang digunakan
adalah pendekatan kuantitatif dengan tahapan Natural Language Processing
(NLP) yang meliputi scraping data dari platform X, diikuti dengan proses text
preprocessing seperti cleaning, case folding, normalisasi kata, tokenizing,
stopword removal, dan stemming. Algoritma Naïve Bayes diterapkan untuk
menghitung probabilitas klasifikasi berdasarkan fitur teks yang telah diekstraksi.
Sistem ini diimplementasikan menggunakan lingkungan pengembangan Google
Colab dan bahasa pemrograman Python. Hasil penelitian ini diharapkan dapat
memberikan gambaran terstruktur mengenai persepsi pelanggan dan
mengidentifikasi faktor pelayanan yang paling sering menimbulkan keluhan
sebagai bahan evaluasi kinerja PT PLN. Kinerja model dievaluasi menggunakan
confusion matrix dengan metrik akurasi, precision, recall, dan F1-score untuk
memastikan tingkat keandalan algoritma dalam melakukan klasifikasi sentimen
secara otomatis. |
en_US |