Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola adaptasi siswa dalam
membangun interaksi sosial di lingkungan sekolah multikultural, khususnya di
SMA Dr. Wahidin Sudirohusodo. Adaptasi sosial merupakan proses penting bagi
siswa dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, perbedaan latar belakang
budaya, serta dinamika pergaulan di sekolah. Proses adaptasi yang baik akan
mendukung terbentuknya hubungan sosial yang harmonis dan iklim belajar yang
kondusif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode
deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara
terhadap siswa kelas X dan XI sebagai informan penelitian. Data yang diperoleh
kemudian dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami tahap awal
adaptasi berupa rasa canggung, gugup, dan kurang percaya diri dalam berinteraksi.
Namun, seiring dengan meningkatnya intensitas komunikasi dan dukungan dari
teman sebaya, siswa mulai merasa lebih nyaman dan mampu menyesuaikan diri
dengan lingkungan sekolah. Keberagaman latar belakang budaya tidak menjadi
penghambat utama dalam membangun interaksi sosial, karena siswa mampu
menjalin komunikasi melalui sikap saling menghargai dan penggunaan bahasa yang
sama. Selain itu, peran guru dan iklim sekolah yang inklusif turut mendukung
proses adaptasi siswa.