Abstract:
Transformasi administrasi kependudukan di Indonesia sudah sampai ke tahap
digital yaitu, Identitas Kependudukan Digital yang mulai dikenalkan pasca
pandemi Covid-19. Awalnya dibuat untuk efisiensi pelayanan administrasi tanpa
bersentuhan fisik. Setelah pandemi selesai, program ini resmi menjadi salah satu
kemajuan dalam pelayanan administrasi kependudukan terutama pada kalangan
remaja di Kota Medan. Metode Penelitian ini menggunakan metode penelitian
kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan pengambilan data wawancara
narasumber yang telah ditentukan. Pemilihan informan dipilih secara purposive
yang dimana narasumber memiliki pengetahuan ataupun wewenang dari
penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan strategi
komunikasi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Medan dalam
mensosialisasikan program Identitas Kependudukan Digital pada kalangan remaja
serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Hasil
penelitian menunjukkan Disdukcapil Kota Medan menerapkan strategi
komunikasi Identitas Kependudukan Digital melalui sosialisasi tatap muka dengan
pelayanan langsung, agar pesan komunikasi tentang efisiensi keamanan Identitas
Kependudukan Digital lebih efektif. Namun partisipasi masih rendah akibat
sosialisasi yang belum merata, literasi digital minim, rendahnya kesadaran diri
dan jaringan internet lemah.