Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi humanistik yang
dilakukan oleh guru dalam membangun kemandirian belajar siswa yang berasal dari
keluarga petani di SMP Negeri 4 Bilah Hilir. Latar belakang penelitian ini
didasarkan pada pentingnya pola komunikasi guru dalam membentuk sikap mandiri
siswa, khususnya bagi siswa dengan latar belakang keluarga petani yang memiliki
keterbatasan dalam dukungan belajar di rumah. Metode penelitian yang digunakan
adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui
wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari
guru bimbingan konseling, wali kelas, dan guru kesiswaan. Data dianalisis melalui
tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa komunikasi humanistik yang diterapkan guru meliputi sikap
empati, keterbukaan, dukungan, dan penghargaan terhadap siswa. Guru juga
menggunakan pendekatan komunikasi interpersonal baik secara klasikal maupun
individu untuk memahami kondisi siswa. Melalui komunikasi tersebut, siswa
menjadi lebih percaya diri, bertanggung jawab, serta mampu mengembangkan
kemandirian dalam belajar. Selain itu, dukungan komunikasi dari guru mampu
mengatasi hambatan yang dihadapi siswa, seperti kurangnya motivasi dan
keterbatasan fasilitas belajar di rumah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa
komunikasi humanistik guru memiliki peran penting dalam membangun
kemandirian belajar siswa, terutama bagi siswa yang berasal dari keluarga petani.
Oleh karena itu, guru diharapkan dapat terus mengembangkan pola komunikasi
yang humanis dalam proses pembelajaran.