Abstract:
Penelitian
ini
bertujuan
untuk
menganalisis penerapan Sistem
Pengendalian Intern (SPI) persediaan dalam menjamin akurasi perhitungan Harga
Pokok Penjualan (HPP) Fiskal pada PT Radysa Dharma Abadi. Penelitian ini
dilatarbelakangi oleh adanya ketidakstabilan pengelolaan stok akibat penggunaan
sistem yang masih manual dan terfragmentasi, sehingga memicu terjadinya selisih
stok (stock discrepancy) yang signifikan. Metode penelitian yang digunakan
adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penentuan sumber data
dilakukan melalui teknik purposive sampling dengan melibatkan empat orang
informan kunci yang terdiri dari Tim Receiving, Kepala Gudang, Manajer
Operasional/Keuangan, dan Tax Officer. Teknik pengumpulan data dilakukan
melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi terkait
laporan rekonsiliasi fiskal perusahaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SPI pada PT Radysa
Dharma Abadi masih bersifat fragmentaris dan belum terintegrasi secara real
time. Penggunaan media pencatatan manual melalui Google Drive pada bagian
receiving menimbulkan risiko human error yang tinggi serta ketiadaan verifikasi
ganda, sementara pada sistem Accurate terjadi keterlambatan pembaruan data
antara penjualan grosir dan stok Shopee. Terkait perlakuan perpajakan,
perusahaan melakukan Koreksi Fiskal Positif atas selisih stok yang tidak memiliki
Berita Acara (BA) valid, yang secara ketentuan UU Pajak Penghasilan
dikategorikan sebagai Non-Deductible Expense. Meskipun tindakan ini memenuhi
kepatuhan formal perpajakan, secara manajerial hal tersebut merugikan
perusahaan karena meningkatkan beban pajak akibat nilai HPP yang dikecilkan
secara manual. Secara keseluruhan, integrasi antara SPI dan perlakuan fiskal
belum efektif dalam menjamin akurasi HPP Fiskal karena data operasional dari
gudang sudah mengandung inakurasi, sehingga angka yang dihasilkan tidak
mencerminkan kondisi fisik barang yang sebenarnya melainkan hasil penyesuaian
untuk menghindari sanksi perpajakan.