Abstract:
Fenomena overthinking pada anak usia sekolah semakin meningkat di era digital, ditandai
dengan kecenderungan anak-anak mengalami kekhawatiran berlebihan, kesulitan mengelola emosi, dan
keterampilan refleksi diri yang rendah. Kondisi ini perlu ditangani melalui layanan Bimbingan dan
Konseling inovatif yang sesuai dengan dunia digital anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis efektivitas bimbingan kelompok menggunakan teknik jurnal digital dalam mengelola
overthinking pada anak-anak di bawah bimbingan Pusat Bimbingan Kampung Bharu, Malaysia.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain Penelitian Tindakan Bimbingan dan
Konseling (PTBK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus, melibatkan 11 anak berusia 11–12 tahun. Setiap
siklus mencakup tahap perencanaan, implementasi, observasi, dan refleksi, dengan jurnal digital sebagai
media ekspresif untuk mengeksplorasi pikiran dan emosi. Data dikumpulkan melalui observasi
partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis konten jurnal digital, serta dianalisis menggunakan
teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kesejahteraan
emosional dan keterampilan regulasi diri, dengan emosi positif meningkat dari 76,9% menjadi 92,3%, emosi negatif menurun dari 23,1% menjadi 7,7%, dan strategi koping positif meningkat dari 38,5%
menjadi 76,9%. Studi ini membuktikan bahwa jurnal digital efektif dalam membantu anak-anak
mengenali, mengelola, dan merefleksikan overthinking. Temuan ini menawarkan model intervensi
inovatif yang dapat dengan mudah diterapkan dalam pendidikan non-formal untuk memperkuat regulasi
emosional dan ketahanan mental anak-anak.