| dc.description.abstract |
Keberhasilan suatu proyek konstruksi dapat diukur dari ketepatan waktu
penyelesaian serta efisiensi pelaksanaan proyek. Pada pembangunan Gedung
Kuliah Terpadu di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, diperlukan strategi
percepatan waktu untuk mengatasi potensi keterlambatan proyek. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan efektivitas metode percepatan
proyek yaitu fast tracking, overlapping, dan crashing dalam hal durasi penyelesaian
proyek. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis data
dengan pendekatan kuantitatif deskriptif, meliputi penentuan lintasan kritis
menggunakan metode Critical Path Method (CPM), serta penerapan percepatan
pada aktivitas kritis menggunakan ketiga metode tersebut. Data yang digunakan
berupa Rencana Anggaran Biaya (RAB), time schedule, serta durasi pekerjaan
proyek.
Hasil analisis menunjukkan bahwa durasi awal proyek sebesar 205 hari dapat
dipercepat dengan ketiga metode yang digunakan. Metode fast tracking
menghasilkan durasi proyek selama 200 hari (pengurangan 5 hari atau 2,44%),
metode overlapping menghasilkan durasi 201 hari (pengurangan 4 hari atau
1,95%), sedangkan metode crashing menghasilkan durasi 204 hari (pengurangan 1
hari atau 0,49%). Dengan demikian, metode fast tracking merupakan metode yang paling optimal dalam meningkatkan efisiensi waktu penyelesaian proyek. |
en_US |