| dc.description.abstract |
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat kemandirian belajar siswa
kelas X SMK Sinar Husni Medan yang ditunjukkan melalui kurangnya inisiatif
dalam belajar, ketergantungan terhadap guru ataupun teman, serta kurangnya
kemampuan mengelola waktu dan tanggung jawab akademik. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui keefektifan layanan bimbingan kelompok dengan
teknik Self – Regulated Learning (SRL) dalam meningkatkan kemandirian belajar
siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan Quasi
Experimental Design serta desain Pretest – Posttest Control Group. Subjek
penelitian berjumlah 14 siswa yang terdiri dari 7 siswa kelompok eksperimen dan
7 siswa kelompok kontrol. Pemilihan sampel dilakukan melalui teknik purposive
Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket kemandirian belajar
dengan skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data
dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk menguji perbedaan
sebelum dan sesudah perlakuan pada masing – masing kelompok, serta uji
Kolmogorov – Smirnov Two Independent Samples untuk menguji perbedaan antar
kelompok. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi pada kelompok
eksperimen sebesar 0.018 (< 0.05) dengan rata – rata skor posttest mencapai 94,57
(kategori sangat tinggi). Sementara itu, kelompok kontrol menunjukkan
peningkatan yang tidak seefektif kelompok eksperimen dengan rata – rata skor
72,14 (kategori sedang). Hasil uji perbedaan antar kelompok menunjukkan nilai
signifikansi 0,012 (< 0,05) yang berarti terdapat perbedaan keefektifan yang
signifikan antara kedua kelompok. Berdasarkan hasil tersebut, dapat dilihat bahwa
layanan bimbingan kelompok dengan teknik Self – Regulated Learning lebih efektif
dalam meningkatkan kemandirian belajar siswa dibandingkan dengan layanan
bimbingan kelompok konvensional. |
en_US |