| dc.description.abstract |
Penelitian ini bermula dari pengamatan volume lalu lintas pada Simpang Tiga
Raya Marendal, Sisingamangaraja dimana di wilayah tersebut bertambah padat
penduduk yang merupakan jalan akses antar wilayah yang dijadikan sebagai objek
penelitian. Hal tersebut tentunya berpengaruh terhadap volume lalu lintas,
kecepatan waktu tempuh kendaraan dan tingkat kebisingan yang terjadi.
Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis pengaruh volume lalu lintas dan
kecepatan waktu tempuh kendaraan terhadap tingkat kebisingan kendaraan pada
Simpang Tiga Raya Marendal, Sisingamangaraja membuat suatu model
matematis yang menyatakan hubungan antara tingkat kebisingan dengan volume
kendaraan, kecepatan kendaraan dan menganalisis rata-rata kebisingan kendaraan
akibat pengaruh volume lalu lintas. Analisis data menggunakan metode manual
dengan mencatat pengukuran setiap 15 menit dalam 2 jam, yaitu pagi, siang dan
sore. Berdasarkan hasil analisis rata-rata maka tingkat tertinggi kebisingan
kendaraan pada Jalan Marendal adalah sebesar 78 dB dengan jumlah sepeda
motor yang melintas sebanyak 5280,75 Smp/Jam, untuk mobil penumpang
sebanyak 7226 Smp/Jam, dan 417,3 Smp/jam untuk kendaraan sedang dan dengan
kecepatan tempuh kendaraan 17.45 km/jam yang terjadi di sore hari pukul 16.30 –
18.30 Wib Umumnya pengaruh tersebut didominasi oleh Mobil Penumpang (MP)
Dan Sepeda Motor (SM), sedangkan Kendaraan Sedang (KS) hanya memberikan
pengaruh yang kecil, namun pengaruh tersebut dapat bertambah besar apabila
volume lalu lintas bertambah padat di suatu jalan maka terjadi tingkat kebisingan
yang melebihi ambang batas berkisar 80 dB diakibatkan karena bunyi klakson
yang dibunyikan untuk saling mendahului, pada saat lampu lalu lintas tidak
berfungsi, suara knalpot, gesekan ban dengan jalan beraspal pada saat pengereman
dan lain sebagainya. Jadi, wilayah ini berada pada Zona D untuk lingkungan
industri, pabrik, stasiun kereta api dan terminal bus. Tingkat kebisingan berkisar
60-70 dB. |
en_US |