| dc.description.abstract |
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan
regulasi emosi siswa yang ditunjukkan melalui perilaku
menarik diri, kesulitan mengekspresikan perasaan, serta
keterbatasan kontrol diri dalam interaksi sosial. Penelitian ini
bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan emosional siswa
melalui penerapan art therapy menggunakan media tanah
liat (clay) dalam layanan bimbingan kelompok. Penelitian
menggunakan desain penelitian tindakan dengan
pendekatan kualitatif yang dilaksanakan dalam tiga siklus,
meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan
refleksi. Subjek penelitian berjumlah delapan siswa di
Sanggar Bimbingan ‘Aisyiyah Kampung Pandan, Malaysia.
Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur, wawancara,
dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif
dengan perhitungan persentase ketercapaian indikator
regulasi emosi yang meliputi keterbukaan, kemampuan
mengekspresikan emosi secara positif, dan kontrol diri
dalam dinamika kelompok. Hasil penelitian menunjukkan
adanya peningkatan dari 50% pada siklus I menjadi 75%
pada siklus II dan stabil pada siklus III. Temuan ini
menunjukkan bahwa penerapan art therapy berbasis media
tanah liat efektif dalam memperkuat kesadaran diri dan
regulasi emosi siswa dalam konteks layanan bimbingan
kelompok di pendidikan nonformal. |
en_US |