| dc.description.abstract |
Serbuk kaca memiliki kelebihan sebagai pengisi pori yang lainnya : memiliki sifat
tidak menyerap air, kekerasan dari gelas menjadikan beton tahan terhadap abrasi
yang hanya dapat dicapai oleh sedikit agregat alami. Serbuk kaca memperbaiki
kandungan dari beton segar sehingga kekuatan yang tinggi dapat dicapai tanpa
penggunaan superplasticizer. Serbuk kaca yang baik mempunyai sifat pozzoland
sehingga dapat berfungsi sebagai pengganti semen dan filler. Untuk itu penulis
mengadakan pengujian mempergunakan serbuk kaca sebagai filler dengan variasi
sebesar 2,5% , 5% , 7,5% dan 10% dari berat semen dan beton yang digunakan yaitu
umur 28 hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuat tekan beton normal
dengan beton campuran serbuk kaca, serta dengan tambahan serbuk kaca
diharapkan dapat menjadi material alternatif campuran beton, juga mengurangi
limbah yang dapat merusak lingkungan, serta untuk dapat mengetahui kuat tekan
yang dihasilkan dengan bahan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium
Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara dengan metode SNI 03
1974-2011.dan mutu beton rencana 20 MPa. Dalam penelitian ini membuat sampel
sebanyak 16 buah beton dengan mutu rencana adalah f’c 20 dan benda uji berupa
silinder ukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Hasil penelitian ini menujukan
pada saat pengujian kuat tekan beton normal dengan beton campuran, maka didapat
kuat tekan beton normal pada umur 28 hari yaitu 20,76 MPa, sedangkan untuk beton
campuran variasi 2,5% 15,17 MPa, 5% 20,58 MPa, 7,5% 21,55 MPa dan 10% 22,60
MPa. Hal ini membuktikan bahwa pemanfaatan serbuk kaca dapat menjadi bahan
alternatif tambahan untuk meningkatkan mutu beton dan juga dapat mengurangi
limbah kaca yang sulit terurai. |
en_US |