| dc.description.abstract |
Ketidakpastian ekonomi dan dinamika gaya hidup modern telah menempatkan
kesejahteraan finansial (financial well-being) sebagai tantangan krusial bagi
karyawan sektor BUMN perkebunan. Fenomena di PTPN IV Regional I
menunjukkan adanya paradoks: meskipun karyawan memiliki pendapatan rutin
dan tunjangan yang stabil, masih terdapat 40% karyawan yang tidak memiliki
tabungan darurat yang memadai, 70% merasa tidak puas dengan kondisi keuangan
saat ini, dan 70% karyawan bergantung sepenuhnya pada gaji rutin tanpa
pendapatan tambahan. Hal ini diperburuk oleh perilaku konsumtif yang tinggi
(90% berencana membeli barang baru) dan rendahnya disiplin pencatatan
keuangan (hanya 35% yang rutin mencatat pengeluaran). Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis dan membuktikan secara empiris pengaruh literasi keuangan,
perencanaan keuangan, dan pendapatan terhadap kesejahteraan finansial, dengan
memposisikan perilaku konsumtif sebagai variabel intervening pada pegawai
PTPN IV Regional I. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif.
Populasi penelitian berjumlah 84 karyawan tetap PTPN IV Regional I Kebun Sei
Baruhur, dengan teknik sampling jenuh (total sampling). Data dikumpulkan
melalui kuesioner terstruktur dengan skala Likert 5 poin. Analisis data
menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square
(PLS) melalui perangkat lunak SmartPLS versi 3.0. Pengujian mencakup evaluasi
Outer Model (validitas dan reliabilitas) serta Inner Model (R-Square, F-Square,
dan pengujian hipotesis melalui bootstrapping). Hasil analisis menunjukkan
bahwa seluruh hipotesis langsung dan tidak langsung terbukti signifikan. Secara
parsial, Literasi Keuangan berpengaruh signifikan terhadap Kesejahteraan
Finansial (t = 6,336, p = 0,000), Perencanaan Keuangan berpengaruh signifikan (t
= 4,231, p = 0,000), dan Pendapatan berpengaruh signifikan (t = 3,003, p =
0,001). Perilaku Konsumtif terbukti menjadi variabel intervening yang signifikan
dalam memediasi hubungan Literasi Keuangan (t = 3,813), Perencanaan
Keuangan (t = 4,984), dan Pendapatan (t = 5,561) terhadap Kesejahteraan
Finansial. Nilai R^2 untuk Kesejahteraan Finansial adalah 0,523, menunjukkan
bahwa model mampu menjelaskan 52,3% varians kesejahteraan finansial
karyawan.
iv |
en_US |