Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan layanan bimbingan
kelompok dengan teknik biblioterapi dalam meningkatkan resiliensi siswa kelas X
di SMA Muhammadiyah 1 Medan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada
rendahnya tingkat resiliensi siswa yang ditunjukkan melalui kurangnya
kemampuan regulasi emosi, rendahnya optimisme, empati, efikasi diri, serta
kecenderungan mudah menyerah dalam menghadapi permasalahan. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Desain penelitian
yang digunakan adalah pretest-posttest control group design. Sampel penelitian
berjumlah 20 siswa yang terdiri dari 10 siswa kelompok eksperimen dan 10 siswa
kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan berupa angket resiliensi yang telah
diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data menggunakan uji Wilcoxon
Signed Ranks Test dengan bantuan program SPSS versi 27.00.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan resiliensi yang
signifikan pada kelompok eksperimen setelah diberikan layanan bimbingan
kelompok dengan teknik biblioterapi. Seluruh siswa pada kelompok eksperimen
mengalami peningkatan skor resiliensi setelah perlakuan diberikan. Sementara itu,
pada kelompok kontrol juga terdapat perbedaan antara pretest dan posttest, namun
peningkatan yang terjadi tidak seoptimal kelompok eksperimen. Dengan demikian,
dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan teknik biblioterapi
lebih efektif dalam meningkatkan resiliensi siswa dibandingkan layanan bimbingan
kelompok tanpa teknik biblioterapi. Teknik biblioterapi memberikan ruang refleksi
melalui bahan bacaan yang relevan sehingga membantu siswa memahami diri,
mengembangkan strategi adaptif, dan membangun daya lenting dalam menghadapi
tantangan.