| dc.description.abstract |
Bullying merupakan salah satu permasalahan sosial yang dapat berdampak negatif terhadap
perkembangan emosional, psikologis, dan hubungan sosial siswa Sekolah Dasar. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis efektivitas layanan bimbingan kelompok dalam mengatasi masalah bullying pada peserta didik di
Sanggar Malaysia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan pre-eksperimental melalui
desain One-Group Pretest–Posttest. Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas VI dengan jumlah siswa sebanyak 6
siswa yang teridentifikasi mengalami atau terlibat dalam perilaku bullying dan dipilih menggunakan teknik
purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket perilaku bullying yang diberikan sebelum
dan sesudah pelaksanaan layanan bimbingan kelompok. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik untuk
mengetahui perbedaan tingkat perilaku bullying sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa terdapat penurunan yang signifikan pada tingkat perilaku bullying setelah peserta mengikuti kegiatan
bimbingan kelompok, yang ditandai dengan meningkatnya kesadaran sosial, empati terhadap teman sebaya, serta
kemampuan mengendalikan perilaku agresif. Temuan ini menunjukkan bahwa dinamika kelompok yang tercipta
selama proses bimbingan memungkinkan peserta untuk saling berbagi pengalaman, memahami dampak perilaku
bullying, dan mengembangkan sikap sosial yang lebih positif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa
bimbingan kelompok merupakan strategi intervensi yang efektif dalam membantu mengatasi masalah bullying di
lingkungan belajar nonformal seperti Sanggar Malaysia. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mendorong pembaca
untuk merefleksikan kembali peran layanan bimbingan kelompok sebagai pendekatan preventif dan kuratif yang
potensial dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, empatik, dan bebas dari perilaku bullying. |
en_US |