| dc.description.abstract |
Perilaku bullying di lingkungan sekolah berdampak pada
perkembangan psikologis, sosial, dan akademik peserta didik sehingga
memerlukan strategi pencegahan yang sistematis. Madrasah sebagai
lembaga pendidikan berbasis nilai religius memiliki tanggung jawab dalam
membentuk karakter siswa melalui pembelajaran yang terintegrasi dengan
nilai akhlak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru
Pendidikan Agama Islam dalam mencegah perilaku bullying serta
mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya di MTs Tahfidz
Terpadu Anbata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan
penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan
dokumentasi yang melibatkan guru PAI, kepala sekolah, guru BK, siswa,
dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pencegahan
bullying dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu perencanaan
dengan integrasi nilai akhlak dalam perangkat pembelajaran, pelaksanaan
melalui pembelajaran di kelas, pembiasaan religius, dan pendekatan
personal, serta penilaian berbasis perubahan sikap dan perilaku siswa.
Faktor pendukung meliputi budaya religius sekolah, kedekatan guru
dengan siswa, kerja sama antar guru, dan dukungan orang tua, sedangkan
faktor penghambat meliputi perbedaan latar belakang keluarga, pengaruh
media sosial, keterbatasan pengawasan, dan tekanan teman sebaya.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi preventif berbasis nilai
religius yang terintegrasi dalam sistem pembelajaran efektif dalam
menekan potensi bullying serta memperkuat pembinaan karakter siswa
secara berkelanjutan. |
en_US |