Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya komunikasi interpersonal dalam
pelaksanaan bimbingan pranikah sebagai upaya mempersiapkan calon pengantin
sebelum memasuki kehidupan rumah tangga. Proses penyampaian materi dalam
bimbingan pranikah tidak hanya bergantung pada isi materi, tetapi juga pada
bagaimana penyuluh membangun komunikasi yang efektif dengan peserta.
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan temuan gambaran penelitian bertajuk
komunikasi interpersonal penyuluh dalam pelaksanaan bimbingan pranikah di
Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Binjai Barat serta bagaimana komunikasi
tersebut mendukung kesiapan peserta. Penelitian ini menggunakan metode
deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari penyuluh
bimbingan pranikah dan peserta bimbingan pranikah. Penelitian ini menggunakan
teori komunikasi interpersonal Joseph A. Devito yang meliputi lima unsur
efektivitas komunikasi interpersonal, yaitu keterbukaan, empati, dukungan, sikap
positif, dan kesetaraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi
interpersonal yang terjalin antara penyuluh dan peserta bimbingan pranikah di KUA
Kecamatan Binjai Barat berlangsung secara efektif dan bersifat dialogis. Penyuluh
memberikan ruang kepada peserta untuk bertanya dan menyampaikan pendapat,
menunjukkan sikap empati terhadap kondisi emosional peserta, memberikan
dukungan berupa motivasi dan penguatan mental, serta menciptakan suasana yang
positif dan setara selama kegiatan berlangsung. Komunikasi yang hangat dan
terbuka tersebut membuat peserta merasa nyaman, dihargai, dan lebih siap dalam
menghadapi kehidupan pernikahan. Dengan demikian, komunikasi interpersonal
berperan penting dalam menunjang keberhasilan pelaksanaan bimbingan pranikah
karena tidak hanya meningkatkan pemahaman peserta secara pengetahuan, tetapi
juga memperkuat kesiapan mental dan emosional calon pengantin.